Kalimat ini tentu saja muncul dalam benak siapa saja,saat tengah menikmati indahnya panorama langit nan indah,dengan berbagai hiasan yang ada di atas sana,kadang jiwa yang tenang dengan keindahan birunya,seakan tidak ingin berpisah,yang menandakan kecerahan selalu menjadi dambaan setiap insan,yang hidup dengan tenang di atas punggung dunia.
Namun realita kadang menjadi hal yang tidak dapat dielakkan oleh mahluk hidup manapun,baik yang berakal maupun yang tidak memiliki kelebihan itu,seperti halnya hewan dan juga tumbuhan,yang juga ikut terkena imbas realita,yang memang sudah menjadi rencana sang maha pencipta,terhadapa ciptaannya,semua itu memang sudah menjadi "skenario"panjang dalam kehidupan diatas dunia ini.Kembali lagi kepada sang mahluk yang berakal,yaitu manusia,apakah kita menyadari akan hal itu dan mensyukuri setiap peristiwa yang terjadi,baik peristiwa indah dan peristiwa yang tidak di inginkan terjadi,disadari atau tidak,kita telah melalui scene demi scene dalam setiap waktu yang kita lalui,ini merupakan bagian dari "skenario"Nya,yang memang disiapkan atas kita,dan telah dikonfirmasikan kepada kita sebelum kita menghirup oksigen ciptaanNya di dunia ini.
Adapun "script" besar sebagai panduan kita adalah kitab suci yang diturunkan kepada sang Asisten Nya,yaitu para rasul yang diutus,secara bergantian,untuk memberi arahan,agar tidak melenceng dari "script" yang telah ditetapkanNya,agar kita dapat memegang peran sesuai dengan alur cerita yang baik,namun kita yang menjadi khalifah di atas muka bumi,sekaligus pemeran dalam setiap scene,kadang lupa,bahwa alur cerita yang harus kita perankan,kita justru melenceng dari diri kita sendiri dan mencoba untuk menjadi orang lain,yang bukan diri kita,akibat kecerobohan itu,semua kebaikan yang seharusnya ada pada iri kita menjadi rusak dan hilang,pupus begitu saja,akibat nafsu yang telah di "kompori" oleh sang laknat yaitu syaitan,yang bersarang dalam benak setiap mahluk berakal.Kecerobohan dan arogansi sang khalifah inilah,yang menyebabkan semesta ikut terkena imbas,alam raya pun menjadi korban keganasan sang khalifah yang pendek akal,sehingga alam semesta menjadi berantakan,kerusakan pun tak dapat di elakkan,turun temurun sang khalifah yang khilaf membuat kerusakan,sebagian ada yang sadar dan ingin memperbaiki,namun tak sedikit juga yang semakin menggila dan tidak kembali kesadarannya,sehingga langit yang seharusnya selalu cerah membiru karena ceria dengan kehidupan yang indah,harus kelam karena kesedihan dan juga kemarahan yang tak terbendung.Hari ini arogansi manusia sang khalifah di atas bumi masih terus berlanjut,dengan merusak segalanya,namun masih ada harapan semoga,semakin hari,semakin bertambaha mereka yang sadar akan kekhilafannya,sehingga ada keinginan untuk memperbaiki kerusakan yang telah diperbuat akibat kecerobohan di masa lalu,dan menjadikan langit tetap ceria dengan warna cerahnya,yaitu selalu membiru..Lets to Islah.